Penglihatan Anak Sebagai Modal Meraih Masa Depan

Anak-anak adalah masa depan kita semua. Mata sebagai jendela dunia merupakan organ penting yang wajib mendapat perhatian sejak masa anak-anak. Proses pertumbuhan dan perkembangan bola mata dimulai sejak bayi lahir. Bila terjadi gangguan penglihatan pada masa anak-anak dapat menimbulkan kelainan tajam penglihatan permanen di masa yang akan datang. Dampaknya akan berpengaruh besar terhadap masa depan anak. Oleh karena itu, orangtua hendaknya memahami kelainan yang mungkin terjadi pada mata anak dan rutin memeriksakan kesehatan mata keluarga.

Masalah kesehatan mata pada anak secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kelainan refraksi dan non-refraksi.

Apakah kelainan refraksi ?

Kelainan refraksi adalah gangguan penglihatan tanpa adanya kelainan pada organ matanya. Kelainan ini terjadi karena sinar yang dibiaskan ke dalam mata tidak jatuh tepat di titik fokus penglihatan dalam mata. Gangguan seperti ini dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Kelainan refraksi pada anak-anak dapat ditemui pada sekitar 20% dari populasi anak, yang paling sering dijumpai adalah miopia (rabun jauh atau mata minus), hipermetropia (rabun dekat atau mata plus) dan astigmatisme (mata silindris).

Miopia

Mata minus atau rabun jauh  merupakan kelainan refraksi yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Penderita mata minus dapat melihat dekat dengan jelas, namun memiliki masalah untuk melihat jauh. Keluhan yang sering disampaikan adalah tidak jelas bila melihat papan tulis, namun tidak jarang pula anak tidak mengeluh dan baru disadari setelah ada teguran dari pihak sekolah karena prestasi belajar anak yang terus menurun. Seringkali anak harus memicingkan matanya ketika melihat, dan bila nonton TV inginnya mendekat ke arah TV.

Hipermetropia

Mata plus atau rabun dekat dapat ditemui pada anak-anak, dan umumnya anak dengan mata plus tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh maupun dekat. Berbeda dengan orang tua yang mempunyai keluhan melihat dekat tanpa keluhan melihat jauh. Keluhan yang sering terjadi adalah kesulitan/rasa lelah pada saat membaca sehingga anak malas untuk belajar. Selain itu mata juling ke dalam pun sering ditemukan pada anak-anak yang memiliki kelainan mata plus dengan ukuran besar.

Astigmatisme

Mata silindris adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh bentuk kurvatura kornea abnormal sehingga menyebabkan penurunan penglihatan. Keluhan yang terjadi adalah adanya sebagian dari benda yang dilihat terlihat kabur. Seringkali pada pelajaran matematika anak-anak salah mencatat angka-angka.

Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata ataupun lensa kontak, tergantung derajat dan jenis kelainan yang terjadi.

Ambliopia

Ambliopia atau  mata malas adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan tajam penglihatan yang dikarenakan mata tidak mendapat stimulasi visual yang baik pada masa perkembangan. Kejadian ini dapat terjadi bila ada keterlambatan koreksi gangguan penglihatan pada masa anak-anak, dan disebabkan karena kondisi mata juling (strabismus). Strabismus atau juling adalah kelainan mata pada anak dimana kedua mata tidak dapat bekerja sama. Mata (salah satu ataupun keduanya)  dapat terlihat juling keluar, kedalam, keatas ataupun kebawah. Kadang-kadang pada bayi normal berusia kurang dari 6 bulan dapat terlihat seperti juling,  bila hal ini menetap setelah usia 6 bulan perlu dilakukan pemeriksaan selanjutnya. Pengelolaan ambliopia harus sedini mungkin begitu kelainan ini dapat terdeteksi pada masa anak-anak.

Apakah kelainan non-refraksi ?

Kelainan non-refraksi dengan gangguan penglihatan pada anak lebih disebabkan karena adanya kelainan/penyakit pada mata, termasuk diantaranya adalah kelainan pada kornea karena infeksi, kekurangan vitamin A dan kecelakaan, dapat juga karena glaukoma, katarak, dan tumor mata pada anak seperti retinoblastoma. Sebagai orang tua, yang terpenting adalah bagaimana mencegah kelainan atau gangguan penglihatan pada anaknya, seperti pengobatan segera pada kasus mata merah, hindari permainan atau alat bermain yang membahayakan mata, suplemen vitamin A pada anak-anak sesuai anjuran pemerintah, dan membawa segera anak begitu terlihat adanya kelainan atau keanehan yang tejadi pada mata atau penglihatannya.

Periksakanlah mata anak-anak secara teratur dan bila mungkin sejak sebelum usia sekolah, sehingga anak-anak bisa siap bersekolah dengan penglihatan yang baik. Pemeriksaan mata pada anak tidak selalu bisa disamakan dengan pemeriksaan pada dewasa. Perlu kesabaran lebih dan keterampilan-keterampilan khusus untuk menghadapi anak-anak. Kelainan/penyakit mata yang ditemukan pada anak pun beragam. Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai satu-satunya rumah sakit khusus mata milik Pemerintah RI memiliki berbagai Unit Subspesialisasi Mata, termasuk diantaranya Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus yang menjadi salah satu unggulan di PMN RS Mata Cicendo, Bandung. Semoga dengan penglihatan yang baik, anak-anak dapat meraih masa depannya sesuai dengan apa yang diharapkan kita semua.

 

Feti K.Memed, Mayasari Wahyu, Irawati Irfani, Primawita Oktarima
Unit Pediatrik Oftalmologi & Strabismus
Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo
Bandung – Jawa Barat

About admin

Comments are closed.