Dr Rozalina Loebis,SpM
Divisi Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus
Departemen Ilmu Kesehatan Mata – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya

Bayi dan bahkan anak balita (dibawah usia lima tahun) yang mengalami sakit mata seringkali sangat sulit untuk diajak kerjasama dalam hal pemberian tetes mata atau salep mata. Untuk itu di artikel ini, saya mencoba memberikan tips-tips untuk mempermudah pemberian obat tetes mata / salep mata pada bayi dan balita.

Cara pemberian tetes mata/salep mata pada bayi atau anak balita

  1. Tips pertama ialah : Get Prepared! Siapkan segala sesuatunya. Botol tetes mata atau tube salep mata harus sesuai suhu ruangan karena tetes mata/salep mata yang dingin lebih tidak nyaman.
  2. Ibu harus tau perintah dokter dalam memberikan tetes mata / salep matai. Berapa kali sehari. Berapa tetes setiap kali.
  3. Cuci bersih tangan ibu, lalu siapkan kapas pembersih muka yang dibasahi dng air matang hangat. Bersihkan mata anak dari dalam ke luar
  4. Langkah kedua, siapkan posisi anak. Tidak mungkin mengobati mata bayi / anak balita yang belum kooperatif dalam kondisi duduk/ berdiri.
  5. Baringkan bayi/balita, sehingga ibu-ibu bisa memberikan tetes mata /salep mata tepat ke arah mata yg dituju. Ingat aplikator pada botol bisa bahaya! Jangan sampai mata bayi/balita anda justru terkena aplikator botol tetes mata tersebut.
  6. Sebaiknya dalam memberikan tetes mata pada bayi/anak balita, dilakukan oleh dua orang (ibu+asisten). Bila harus sendirian, coba ‘bedong’ si anak
  7. Maksudnya di ‘bedong’ (wrapping) dengan selimut / handuk supaya tangan anak didalam dan tidak menangkis atau meraih botol tetes mata tersebut
  8. Sedangkan kalau ada yang bantu, minta asisten ibu membuat anak berbaring nyaman, tapi sambil memegangi lengan anak dengan cukup erat.
  9. Saat meneteskan tetes mata atau memberi salep mata, ketika anak sudah berbaring. Posisikan diri kita duduk di bed dengan wajah anak menatap ibu. Siapkan botol tetes mata
  10. Dengan satu tangan, ibu menarik kelopak bawah mata anak secara lembut, sehingga membentuk kantung. Letakkan tangan ibu yang lain di dahi anak dengan membawa botol tetes mata/ tube salep mata. Arahkan ujung botol tetes mata / tube salep mata ke kantung kelopak bawah mata dan teteskan / beri salep sesuai aturan dokter.
  11. Tidak jarang anak akan menolak metode ini, lalu ia akan menutup matanya. Jangan kuatir. Biarkan anak menutup matanya,lalu teteskan obat tetes mata sebanyak petunjuk dokter ke bagian dalam mata (area dekat hidung). Bila anak membuka matanya, maka tetesan obat tersebut tetap akan masuk.
  12. Begini contoh posisi tangan ibu saat meneteskan obat tetes mata
  13. Ketika sudah selesai memberikan tetes mata/salep mata,segera tutup botol tetes mata / salep mata.Minta anak memejamkan kembali mata secara perlahan (spt tidur) selama 1-2 menit
  14. Oya, satu hal yang penting. Hindari tip (ujung) botol tetes mata menyentuh bulu mata/ kelopak mata / bola mata. Posisi ujung botol tetes atau salep mata pada saat menetesi mata anak ialah kurang lebih 2 cm diatas ‘kantung’ kelopak bawah mata (yang ibu tarik perlahan tadi).
  15. Beri jeda sekitar 3-5 menit antara satu obat tetes mata ke obat tetes mata atau salep mata yang lain. Apabila kombinasi tetes mata dan salep mata, maka yang diberikan terlebih dahulu ialah yang tetes mata
  16. Cuci tangan setelah memberi tetes mata/ salep mata. Si anak pun harus sering mencuci tangan untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang-orang disekitarnya.
  17. Puji anak bahwa dia hebat karena telah berhasil diobati dengan tetes / salep mata. Setelah itu, sesuai kesepakatan sebelumnya, berilah hadiah (misalnya permen atau makanan kesukaan, untuk anak yang masih bayi, ibu bisa memberi ASI atau susu formula).

Demikian tips memberikan obat tetes maupun salep mata untuk pasien bayi atau anak balita.

Semoga bermanfaat.